Memaknai Ulang Batik di Era Disruptive

Widya Ade Shinta Dhamayanti
Conference paper Seminar Nasional Seni dan Desain 2019 • September 2019 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstract

Batik kaya akan motif-motif batik yang berbeda yang menyebar dengan masing-masing ciri khas di tiap daerahnya. Batik dianggap memiliki arti atau makna filosofic yang dianggap sakral ditiap motifnya, walaupun saat ini batik berada ditengah masyarakat modern di era disruptive dengan kreativitas lebih baik yang memunculkan modifikasi motif yang lebih beragam dengan teknik pembuatan yang lebih modern. Terdapat anggapan bahwa motif batik di jaman kekerabatan atau kesultanan di interpretasikan sebagai simbol kelas sosial terhadap memakainya, tetapi di era disruptive ini dan yang akan datang terdapat pergerseran makna sebenarnya dari batik tersebut yang memungkinkan makna asli dari batik tersebut dan menyisakan sebagai alat sandang. Penelitian ini ingin/mencoba untuk menyadarkan masyarakat terutama anak muda pentingnya mengenali dan memaknai motif batik di Indonesia untuk ikut melestarikan batik di Indonesia . Penelitian ini merupakan studi fenomenologi terhadap ironisme masyarakat sekarang hanya memandang batik hanya sebagai sandang, pergeseran makna ‘Batik’ yang sebenarnya dalam persepsi masyarakat, dan ironisnya mereka tidak menyadarinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menganggap mengenal motif batik itu penting, ironisnya mereka sendiri tidak tahu motif batik miliknya sendiri. Kata kunci: Batik, Disruptive , Pergeseran makna

Metrics

  • 0 views
  • 4 downloads

Conference

Seminar Nasional Seni dan Desain 2019

Nusantara terbentuk dari percakapan kultural yang intim, sehingga produksi seni yang menyertainya... see more