Estetika Partisipatoris di Ruang Publik sebagai Inovasi Visual Dalam Karya (Con)Struck yang Berjudul Artificial

Teddy Ageng Maulana • Kuntum Indah Puernamasari
Conference paper Seminar Nasional Seni dan Desain 2018 • October 2018 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 4 pages)

Abstract

Bandung sebagai ibukota Jawa Barat, merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang dikenal dengan kota ‘trendi’ serta potensi kreatif anak-anak mudanya. Hal ini dibarengi dengan pertumbuhan fasilitas-fasilitas publik agar bisa mengakomodasi kegiatan masyarakat kota sebagai syarat kota yang modern. Cara pemerintah menyediakan sarana ruang publik adalah dengan membuat beberapa taman. Salah satunya yang menjadi tren sekarang ini adalah pembuatan taman kota yang bersifat tematik. Taman kota adalah lahan terbuka yang memiliki fungsi sosial dan estetik dalam menunjang sarana kegiatan rekreatif, edukatif maupun kegiatan lainnya pada tingkat kota. Taman kota ini termasuk dalam ruang terbuka hijau untuk publik. Adanya taman kota yang bersifat tematik ini memiliki capaian agar indeks kebahagiaan masyarakat kota Bandung meningkat. Namun dibalik langkah yang diambil pemerintah kota Bandung dalam membuat taman kota tematik ada hal penting yang terabaikan seperti pereduksian ruang terbuka hijau untuk resapan air. Renovasi taman yang tidak memperhatikan faktor ekologis ini mendorong kolektif seniman yang bernama (con)struck untuk membuat karya seni instalasi di ruang publik yang berjudul Artificial sebagai langkah kritis terhadap pemerintah kotanya. Karya Artificial yang dipamerkan di ruang publik ini dilandasi oleh estetika partisipatoris. Ini menjadi tawaran baru terhadap perkembangan budaya visual dalam menikmati karya seni rupa kontemporer karena melibatkan masyarakat tidak hanya sebagai apresiator namun juga kreator. Kata Kunci : Ruang publik, Estetika Partisipatoris, Seni Rupa, Taman Tematik, (con)struck. Bandung

Metrics

  • 119 views
  • 55 downloads

Conference

Seminar Nasional Seni dan Desain 2018

The world is entering the 21st century and it is characterised by radical changes. The change was... see more