Banten Canang Sari sebagai Identitas Budaya Bali dalam Pewarisan Pendidikan Estetika dan Ecoart di Sulawesi Tengah

Kadek Hariana
Conference paper Seminar Nasional Seni dan Desain 2017 • October 2017 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 11 pages)

Abstract

Banten canang sari merupakan salah satu bentuk upakara yang dibuat dari janur sebagai sarana melakukan persembahyangan masyarakat Bali yang beragama hindu di Parigi Moutong, Sulteng. Kegiatan membuat Banten canang sari yang disebut Matanding dan majejahitan yang diajarkan pada anak, mengenalkan pendidikan estetika dalam rakyat Bali yang memberi pelajaran apresiasi estetik dan mewariskan apresiasi mereka terhadap estetika, terhadap unsur-unsur alam yang menjadi bagian tak terpisah dari sebuah canang sari. Terdapat konsep Tri Hita Karana didalamnya yang dipegang teguh oleh masyarakat Bali merupakan konsep kebudayaan nusantara yang sesuai dengan wacana konsep ecoart (ecology art) yang sedang maraknya diperbincangkan oleh seniman dan akademisi akhir-akhir ini karena kasus lingkungan alam Indonesia yang mulai rusak. Sehingga dengan menanamkan konsep tersebut masyarakat Bali yang hidup di Sulawesi Tengah memanfaatkan sumber daya alam lingkungannya untuk mencapai keharmonisan Tri Hita Karana tersebut salah satunya adalah dengan memanfaatkan pohon ibung yang menyerupai pohon palem di hutan Sulawesi untuk dijadikan pengganti janur dari pohon kelapa yang sudah biasa digunakan dalam mejejahitan canang sehingga dalam hal ini telah terjadi identity as being dan Identity is becoming pada aktivitas kebudayaan masyarakat etnis Bali di Sulawesi Tengah.

Metrics

  • 479 views
  • 2435 downloads

Conference

Seminar Nasional Seni dan Desain 2017

Seminar Nasional Seni dan Desain (SENDES) UNESA 2017 is a scientific meeting/seminar on the field... see more