“Dari Lokalisasi Menuju Perkembangan Brand Batik Khas Kota Surabaya” Sebuah Studi Kasus Pengrajin Batik Tulis Jarak Arum Khas Surabaya

Nurafni Ayu Ningsih • Muh Ariffudin Islam
Conference paper Seminar Nasional Seni dan Desain 2019 • September 2019

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstrak

Perubahan sosial yang mengutamakan kebutuhan material dibanding immaterial sebagai tuntutan hidup. Wilayah Dolly yang dikenal sebagai tempat lokalisasi prostitusi, pada tahun 2014 direlokalisasi menjadi wilayah yang sehat akan industrialisasi rumahan. Relokalisasi tersebut memicu perubahan sosial bagi masyarakat yang sudah terlanjur bergantung pada aktivitas di Dolly selama bertahun-tahun. Perhatian pemerintah dalam menyiapkan kemandirian masyarakat di wilayah tersebut, direspon dengan baik oleh masyarakat setempat. Salah satunya adalah munculnya pengrajin batik tulis Jarak Arum khas Kota Surabaya. Dalam hal ini, branding merupakan aktivitas yang dapat memperkuat identitas produk, menekankan positioning yang dimiliki, serta penambahan kebutuhan digital pengrajin kepada masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa survei, wawancara, observasi, serta distribusi angket sebagai rangkaian proses pemecahan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rebranding Batik Tulis Jarak Arum akan memberikan value di mata masyarakat. Perubahan sosial yang terjadi pada Bu Fitri sebagai Pengrajin Batik Tulis jarak Arum menghadirkan sebuah wacana dan referensi baru, sehingga eksistensinya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Kata kunci: Perubahan sosial, brand, batik, Surabaya

Metrik

  • 0 kali dilihat
  • 0 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional Seni dan Desain 2019

  • Konferensi di Surabaya, Indonesia pada tahun 2019
  • 19 artikel

Nusantara terbentuk dari percakapan kultural yang intim, sehingga produksi seni yang menyertainya... tampilkan semua