Melihat Batik untuk Tenun: Negosiasi dalam Re-invensi Pragmatis Industri Tenun

Musfirotul Ullavia
Conference paper Seminar Nasional Seni dan Desain 2019 • September 2019 Indonesia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstrak

Produk tekstil tradisional, tenun dan batik merupakan hasil tradisi yang sarat akan makna filosofis serta bernilai budaya tinggi sehingga wajib dikembangkan dan dilestarikan. Pasar batik yang lebih maju daripada pasar tenun, mengakibatkan banyak upaya dilakukan dalam memenuhi target pasar. Kerena batik merupakan produk tekstil tradisional Indonesia pertama yang mampu bersaing di pasar global, kekeliruan juga kesalahan langkah yang diambil tidak dapat dihindari. Seperti maraknya praktik pragmatis dalam industri batik yang mengancam identitas dan nilai batik asli Indonesia dengan tergesernya batik asli dengan eksistansi batik printing. Melihat tenun yang saat ini mulai populer di pangsa pasar global, peluang terjadinya kasus yang menimpa eksistensi batik asli akan berulang pada praktik pragmatis dalam industri tenun. Saat ini pun tenun printing juga mulai sering dijumpai. Namun praktik pragmatis tidak selalu berdampak negatif, penerapan paraktik ini cukup efektif dalam membantu melestarikan dan mengenalkan kain tenun Nusantara ke khalayak luas, karena dapat mempercepat proses pembuatan produk tenun sehingga lebih efisien dalam memenuhi jumlah permintaan pasar. Tujuan makalah ini adalah untuk mencari tahu upaya apa yang tepat agar praktik pragmatis ini dapat dilaksanakan tanpa mengancam nilai budaya dalam produk tenunan khas Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktik pragmatis ini tetap dapat dilaksanakan dengan melakukan re-invensi terhadap praktik pragmatis dalam industri tenun. Re-invensi sendiri merupakan sebuah upaya mengkonstruksi identitas baru yang berawal dari tradisi yang fingsinya adalah sebagai pembentuk ikatan sosial secara politis serta dibutuhkan sebagai suatu bentuk legitimasi status dan otoritas. Agar tidak mengancam identitas tenun, praktik pragmatis ini direkonstruksikan ulang dengan pertimbangan untuk mempertahankan identitas dan nilai budaya yang telah tertanam dalam tenun. Katakunci: re-invensi, praktik pragmatis, tenun

Metrik

  • 0 kali dilihat
  • 0 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional Seni dan Desain 2019

  • Konferensi di Surabaya, Indonesia pada tahun 2019
  • 19 artikel

Nusantara terbentuk dari percakapan kultural yang intim, sehingga produksi seni yang menyertainya... tampilkan semua