Transit and Transition: Refleksi Multikultural pada Seni Sesaji Canang Sari di Sulawesi Tengah

Kadek Hariana
Conference paper Seminar Nasional Seni dan Desain 2019 • September 2019 Indonesia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstrak

Seni sesaji canang sari sebagai suatu struktur kebudayaannya yang kental dengan agama HinduBali pada awalnya mengalami proses penyesuaian dalam transisinya untuk menuju pada nilainilai dan norma-norma yang sama seperti tanah leluhurnya yaitu Pulau Bali, namun di dalam proses penyesuainnya mengalami perubahan yang justru menyimpan identitas baru pada kebudayaanya terutama pada seni sesajinya yaitu sesaji canang sari. Di dalam proses transit dan transisi seni sesaji canang sari yang melahirkan identitas baru ini terdapat nilai-nilai pendidikan multikultural yang diaplikasikan pada lingkungan yang plural di Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif, dengan pendekatan etnografi yang berusaha mendeskripsikan indigenous wisdom pada artefak kebudayaan masyarakat Hindu-Bali di Sulawesi Tengah. Seni sesaji canang sari mengandung nilai-nilai pendidikan multikultural yang tercermin dalam perubahan dimensi bentuk dan material dasar yang digunakan. Sehingga memiliki identitas sebagai seni sesaji canang sari masyarakat Hindu Bali di Sulawesi Tengah. Perubahannya yaitu mengganti bahan dasar janur kelapa dengan busung ibung sehingga dalam bentuk dan warna menjadi lebih bervariasi dengan tidak meninggalkan unsur-unsur spiritual di dalamnya. Kata kunci: Seni sesaji canang sari, Multikultural, Transit, Transisi

Metrik

  • 0 kali dilihat
  • 0 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional Seni dan Desain 2019

  • Konferensi di Surabaya, Indonesia pada tahun 2019
  • 19 artikel

Nusantara terbentuk dari percakapan kultural yang intim, sehingga produksi seni yang menyertainya... tampilkan semua