Reinvensi Pesona Visual dari Kecantikan Wanita Nusantara

Jasmine Farahdivya Izzati
Conference paper Seminar Nasional Seni dan Desain 2019 • September 2019 Indonesia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstrak

Reinvensi adalah upaya mengkonstruksi identitas baru yang berangkat dari tradisi. Berfungsi sebagai pembentuk ikatan sosial dan budaya, dibutuhkan sebagai bentuk legitimasi status dan otoritas. Reinvensi kecantikan terletak pada perkembangan make up yang ada, dengan munculnya tren Make up yang mengusung tema dari kebudayaan masa lalu. Make up pada zaman modern saat ini cenderung tidak memperlihatkan karakter dalam diri wanita. Penggunaan Make up sendiri menjadi penutup untuk menutupi kekurangan yang ada dalam wajah wanita. Sehingga wanita pada zaman saat ini cenderung tidak percaya diri dengan apa yang mereka punya dan menghilangkan jiwa naturalitasnya. Makalah ini ingin menyampaikan bahwa wanita tidak perlu merasa tidak percaya diri, bahwa standar kecantikan bisa saja berubah seiring dengan berkembangnya waktu. Hal tersebut untuk memberikan pemahaman bahwa wanita yang mempunyai integritas yaitu wanita yang ber-etika, menjunjung tinggi ilmu dan pengetahuan, serta sopan santun kepada sesama. Metode yang digunakan penulis yaitu metode kualitatif tentang penggunaan logika, penafsiran dan pemahaman dalam pencarian data sejarah make up, standar kecantikan serta pendapat masyarakat dalam penggunaan Make up itu sendiri. Sudut pandang penelitian ini menggunakan sudut pandang pesona milik Alfred Gell yang mengatakan bahwa kekuatan dari benda atau obyek seni berasal dari proses teknik untuk mewujudkan teknologi, untuk menghadirkan nilai pesona pada karya tersebut dapat disandarkan pada pesona dari teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan make up di Indonesia sebenarnya datang dari budaya barat yang menyebabkan masyarakat Indonesia mulai menciptakan standar kecantikannya. Wanita cenderung memakai cara yang “aman” dan memilih untuk menggunakan make up untuk menutupi kekurangan yang ada dalam wajahnya, daripada nantinya akan dipergunjingkan dikalangan masyarakat yang mempercayai standar kecantikan tersebut. Standar kecantikan bisa saja berubah, dari yang awalnya wanita dianggap cantik bila memasuki kriteria tinggi, langsing, putih, dan sebagainya menjadi, wanita yang dianggap cantik itu yang tidak menggunakan make up dan berwajah natural. Kata Kunci: Reinvensi, Make up, Standar kecantikan.

Metrik

  • 0 kali dilihat
  • 0 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional Seni dan Desain 2019

  • Konferensi di Surabaya, Indonesia pada tahun 2019
  • 19 artikel

Nusantara terbentuk dari percakapan kultural yang intim, sehingga produksi seni yang menyertainya... tampilkan semua