Seni Mural: Ekspresi Transit dan Transisi Masyarakat Urban di Yogyakarta

Kadek Hariana
Conference paper Seminar Nasional Seni dan Desain 2018 • Oktober 2018 Indonesia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstrak

Di tengah derasnya arus globalisasi yang muncul, dimana budaya kaum kapitalis telah mengambil alih pada setiap aspek kehidupan sosial budaya masyarakat kota di Yogyakarta dengan gempuran media massa cetak yang selalu menjadi bagian dari sampah visual dan media elektronik yang cenderung mengambil alih semua opini publik yang muncul, seni mural menjadi sebuah pilihan alternatif budaya visual yang dirasa paling demokrasi diantara berbagai seni visual yang ada. Seni mural di Yogyakarta berkembang dengan cepat karena didukung oleh keadaan wilayah ruang publik dan interaksi budaya kota ke desa dan desa ke kota yang hampir tidak memiliki jarak, sehingga mampu menjadi icon utama, yang membentuk identitas budaya masyarakat lokal urban yogyakarta. Tumbuhnya tembok-tembok semen baru dan menuanya dinding-dinding tembok lama menjadi media dalam mengekspresikan bentuk, warna dan simbol-simbol tradisi budaya jawa yang dibalut dengan modernisasi. Perpindahan masyarakat desa yang bertujuan untuk menetap, bekerja ataupun bersekolah di kota, tidak serta merta juga meninggalkan identitas budayanya namun yang terjadi adalah sebaliknya yaitu memperkuat identitas kebudayaan wilayahnya yang ditampilkan pada ruang-ruang publik berupa seni mural yang bercorakan budaya tradisi masyarakat dengan keraton yogyakarta sebagai pusat pemerintahnnya. Kata kunci: Seni Mural, Media ekspresi, Transit dan transisi, Identitas budaya, Urban

Metrik

  • 214 kali dilihat
  • 78 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional Seni dan Desain 2018

  • Konferensi di Surabaya, Indonesia pada tahun 2018
  • 47 artikel

Dunia memasuki abad ke-21 diwarnai perubahan-perubahan radikal. Perubahan itu didorong oleh berke... tampilkan semua